Berita Bola Online San Siro Kembali Dibuka

San Siro Kembali Dibuka

San Siro Kembali Dibuka

Berita Bola Online – FIGC menarik kembali keputusannya atas hukuman kepada AC Milan yang tidak memperbolehkan Rossoneri menggelar laga dengan dukungan para suporter. Seperti diketahui bersama bahwa FIGC mengeluarkan hukuman tersebut untuk laga melawan Udinese akhir pekan depan. FIGC menilai bahwa Milanisti baik Curva Sud dan Curva Nord, dinilai telah melakukan nyanyian dan tindakan rasisme. Oleh sebab itu hukuman dengan menutup San Siro pada laga melawan Udinese langsung dijatuhkan kepada Rossoneri. Namun CEO Adriano Galliani langsung melakukan banding keras. Ditambah lagi dukungan dari suporter Inter Milan dan juga Juventus yang mengecam keras tindakan FIGC tersebut. Alhasil FIGC memutuskan untuk membuka stadion San Siro pada laga melawan Udinese akhir pekan depan.

Namun FIGC belum memberikan keputusan apakah hukuman ini benar-benar hilang atau hanya ditunda. Menurut pernyataan dari badan sepak bola Serie A ini, FIGC hanya akan menunda hukuman tersebut. Pasalnya mereka akan menyelidiki kasus nyanyian tersebut labih lanjut dan detail. Apalagi suporter Inter Milan dan juga Juventus membela Milanisti yang melakukan nyanyian dengan nada mengejek. Galliani mengatakan bahwa nyanyian rasisme dan juga saling ejek antara daerah Italia Utara dan Selatan jelas berbeda. Dan Galliani mengatakan sangat tidak mungkin Milanisti melakukan ejekan rasisme. Pasalnya hampir setengahnya dari skuad Milan berkulit gelap atau hitam.

Galliani meminta kepada FIGC untuk meninjau ulang hukuman kepada para suporter terkait ejekan kedaerahan yang memang sering terjadi di setiap laga antara tim-tim Italia Utara dengan Selatan. Seperti halnya yang terjadi ketika laga AC Milan melawan Napoli. Hal yang sama memang kerap terjadi ketika Inter dan Juve berlaga, dan menurut Galliani sendiri hal tersebut bukan salah satu dari aksi rasisme. Ejekan-ejekan tersebut merupakan sentimen kedaerahan dimana memang klub-klub asal Italia Utara memang selalu berseberangan dengan Italia Selatan. Dan hal tersebut memang dinilai sebagai salah satu hal yang wajar jika laga tersebut berlangsung. Galliani memang langsung memberikan respon mengajukan banding kepada FIGC terkait tuduhan tersebut.

Setelah banding Galliani dan juga protes keras yang akan dilakukan oleh suporter Inter, Juve dan juga Milan sendiri pada laga melawan Udinese, membuat FIGC mengambil langkah cepat dan tegas dengan memutuskan menunda hukuman tersebut. Badan sepak bola tertinggi di Italia ini memang akan meninjau ulang hukuman untuk rasisme dan juga ejekan daerah. Kasus rasisme memang sangat menyebalkan. FIGC memang sudah mengatakan akan memberikan hukuman yang sangat tegas dan keras kepada klub yang melakukan hal tersebut. Kasus rasisme ini mulai muncul kembali ketika AC Milan melakukan laga persahabatan kepada Pro Patria dimana hampir semua pemain Milan mendapat teriakan dan juga siulan monyet. Tentu saja FIGC sebagai badan sepak bola memiliki kewajiban menghilangkah rasisme dalam sepak bola. Berita Bola Online