Bola Online Al-Shabab Klub Muslim Pertama

Al-Shabab Klub Muslim Pertama

Al-Shabab Klub Muslim Pertama

Bola Online – Seperti yang telah diketahui banyak orang didunia, Brazil adalah sebuah Negara yang dijuluki Negara Sepakbola. Hal tersebut disematkan karena kehebatan Negara tersebut dalam dunia sepakbola. Tidak bisa dipungkiri bahwa banyak talenta hebat lahir di Negara tersebut. Sebut saja Pele, Robinho, Ronaldinho, dan yang sedang naik daun adalah Neymar da Silva.

Selain terkenal sebagai Negara sepakbola, Brazil juga sebuah Negara yang identic dengan agama katolik. Hal tersebut terbukti dengan adanya patung Kristus Sang Penebus di Gunung Cocovado, di Rio de Janero. Meski demikian menurut sensus yang diadakan pada tahun 2010 tercatat bahwa ada sekitar 35 ribu muslim di sana. Di kota bernama Sao Paulo inilah bermula mengenai klub sepakbola bernama Al Shabab. Bermula dari seorang pebisnis keturunan Lebanon bernama Gaber Arraji mendirikan klub sepakbola yang beranggotakan seorang muslim, karena dia menyadari masih sedikitnya orang muslim di brasil yang berprofesi sebagai pesepakbola. Arraji bersama mantan pemain Atletico do parana, Gustavo Caiche akhirnya berencana untuk mendirikan klub sepakbola Al shabab tersebut. Awalnya mereka berdua hanya mempromosikan klub ini di sekolah sekolah Islam di kawasan Sao Paulo. Tidak sia-sia usaha mereka, hingga akhir tahun 2012 sudah ada sekitar 78 pesepakbola muda yang bergabung, semua berusia dibawah 20 tahun.

Yang sangat unik dari klub ini, aturan-aturan Islam sangat di tegakan di klub ini, contohnya mengenai makanan, waktu shalat, latihan dibulan Ramadhan, dan soal perlakuan pemain terhadap rekan satu timnya. Di klubini kita tidak akan dapat menemui makanan haram yang di sajikan. Kemudian ketika waktu shalat tiba, latihan langsung dihentikan. Pada bulan Ramadhan, latihan diubah ke malam hari. Dan yang semakin unik dari klub ini adalah larangan untuk mengumpat, bahkan untuk sekedar mengejek rekannya dengan kata-kata seperti “bodoh” sekalipun. Jika terbukti melakukan hal tersebut, hukumannya adalah push-up dan Squat-jump. Dalam staff klub ini juga terdapat seorang ulama yang selalu memberikan wejangan dan siraman rohani kepada para pemain. Meskipun klub ini awalnya tidak seluruhnya muslim, Arraji mengatakan bahwa ada beberapa non muslim yang minta diajari agama Islam secara lebih dalam karena ingin menadi mualaf. Sejak Januari 2013, Al Shabab sudah mengikuti kompetisi junior tingkat Negara bagian Sao Paulo.

Meski untuk itu mereka harus bekerja sama dengan klub Sao Jose karena mereka belum berafilasi dengan Federasi Sepakbola Sao Paulo. Dalam kejuaran tersebut yang akhirnya juara adalah Santos, setelah menundukan Goias di partai puncak. Sao Jose yang bekerja sama dengan Al Shabab sendiri harus terhenti langkahnya di fase group setelah hanya menduduki posisi juru kunci tanpa satu poin pun yang di dapat. Sampai detik ini Al shabab belum memiliki stadion sendiri. Mereka masih menumpang berlatih di stadion Municipal Antonio fernandes di Guaraja. Stadion ini sendiri adalah stadion milik pemerintah setempat.  Arraji sangat berharap adanya sebuah kerjasama dengan komunitas Islam atau perusahaan yang di miliki oleh pengusaha Islam agar klub ini bisa bertahan dan berjalan secara mandiri. Arraji juga ingin dapat berafilasi dengan klub yang lebih mapan terutama yang berasal dari Negara jazirah Arab. Terlepas dari larangan yang unik dalam klub ini, ajaran menghormati kolega dan orang lain memang sudah seharusnya nilai-nilai universal tersebut ditanamkan di manapun. Bola Online