Bola Online Moratti, Inter, Hutang, dan Ernesto Pellegrini

Moratti, Inter, Hutang, dan Ernesto Pellegrini

Moratti, Inter, Hutang, dan Ernesto Pellegrini

Bola Online – Dalam wawancara dengan editor La Gazetta Dello Sport, Presiden Inter Milan mengucapkan terima kasih pada pendahulunya Ernesto Pellegrini karena mendatangkan kawan-kawan lama untuk membeli saham Inter. Moratti juga menyatakan penolakannya akan kedatangan Thohir : “Masalahnya bukanlah pada utang, tapi pada pengembangan kesempatan untuk mencari pasar diluar Italia.”

“Malu (dengan ‘penyelamatan’ yang dilakukan Pellegrini)? Tidak, sebenarnya .. saya sangat tersentuh. Kata-kata dari Ernesto Pellegrini sangat mendemonstrasikan kecintaan terhadap Inter dan cara yang fantastik untuk menunjukkan persahabatannya dengan saya. Dia memang mengatakan kebenaran : klub sepakbola harus dicintai oleh orang-orang. Dan saya rasa mengetahui sesuatu atau beberapa hal mengenai hal tersebut .. kebenarannya adalah : bahkan sebuah olahraga bernama sepakbola terkadang harus dimainkan dengan romansa.” Setelah mengatakan hal tersebut, moratti melihat tumpuan majalah, dan melihat foto Pellegrini dengan dirinya – keduanya tersenyum, keduanya tampak jauh lebih mudah – di San Siro. Dan dia menggambarkan betapa rasa cintanya pada klubnya, rasa cinta pada kehidupannya, dan masa lalu serta masa sekarang, semangat dan keseimbangan yang coba dia bentuk di klub peninggalan ayahnya tersebut. Dia juga menceritakan kebanggaan akan sesuatu yang membuatnya lolos dari berbagai macam kesulitan : intelejensinya.

Moratti menceritakan tentang permohonan maaf dari mantan presiden Inter terdahulu. “Dia menelepon saya dan mengatakan : Massimo, bolehkah bila aku mengatakan sesuatu? Oh tentu saja boleh, silahkan. Jawab saya. Saya hanya dapat mengomentarinya sebagai orang yang benar-benar beretika..” Wawancara antara Alberto Cerruti dengan Pellegrini setidaknya menyebabkan beberapa kesan : Massimo, jangan menjual klub pada orang asing. Thohir sedang dibutakan oleh kepentingannya sendiri. Inter adalah kebutuhan bagi fans dan harus tetap dimiliki oleh orang Italia. Tetaplah pada kontrol, saya sedang mempersiapkan cara untuk menolongmu dan sebuah konsorsium dari Industrialis Italia mungkin dalam beberapa waktu ke depan akan bergabung dengan saya.  Pembicaraan tersebut tentu saja seperti penyelamatan yang dilakukan oleh orang Italia untuk tidak membiarkan pebisnis asal Indonesia membeli mayoritas saham Inter Milan.

Moratti sama sekali sama sekali tidak menaruh curiga pada fakta bahwa Pellegrini akan membawa orang yang akan menyelamatkan Inter. Dia tahu bahwa pikiran mantan Presien InterMilan hampir sama dengan pikiran mayoritas fans Nerazzuri, fans yang memiliki rasa cinta mengakar pada klub dan sangat ‘gila’ mengenai sejarah klub tersebut, apalagi dengan didukung kenyataan bahwa Inter dimasa Ernesto Pellegrini telah membentuk para legenda,dan kemenangannya sendiri. Jika kesepakatan antara Moratti dan konsorsium yang akan dibawa Pellegrini terjadi, maka klub tersebut akan berstatus go public. Dia mungkin tak akan pernah membayangkan bahwa suatu saat Inter akan menjadi klub terbuka, dan dia perlu mengadakan rapat direksi untuk mengambil keputusan. Dia pasti tertawa saat membayangkan hal tersebut, tapi dia pasti tak memiliki rasa ketidaksenangan, sebaliknya dia pasti senang karena kemajuan tersebut. Dengan berlangsungnya kesepakatan dimasa depan, Moratti bisa bernostalgia bersama teman lama yang juga mencintai Inter.

Masalah bagi Inter kata Moratti bukanlah pada utang yang besar, karena utang tersebut juga dimiliki oleh klub besar lain diluar Inter. Masalah utama pada Inter beberapa hari ini adalah turn over. Jadi dia harus memilih antara menerima pembelian saham dari sekelompok kawan lama yang mencintai Inter atau menerima tawaran orang asing dari Indonesia untuk membeli mayoritas saham yang dimilikinya. Dengan tertawa, Moratti menganggap bahwa pembelian saham oleh kawan-kawan lama dari Italia lebih seperti hutang. Tapi dia tak menganggap hal tersebut sebagai sesuatu yang salah. “Saya dapat meneruskan perjalanan Inter ditangan saya sendiri. Masalah saya bukanlah pada huntang, tapi pada turn over. Inilah yang kami butuhkan untuk berkembang; masalah yang bisa kami selesaikan dalam langkah-langkah bisnis.” Bola Online