Bola Online Paris Saint Germain Tetap Menjadi Raja Prancis

Paris Saint Germain Tetap Menjadi Raja Prancis

Paris Saint Germain Tetap Menjadi Raja Prancis

Bola Online – Paris Saint Germain atau biasa disingkat dengan PSG adalah sebuah klub yang terletak di ibukota Paris, Prancis. Mungkin banyak yang sudah mengetahui hal tersebut. Tetapi tahukah bahwa sebenarnya PSG adalah hasil merger dari kedua klub yang berada di kota Paris. Ya, PSG baru terbentuk pada tanggal 12 Agustus 1970 berkat bergabungnya dua klub yakni Paris FC dan Stade Saint-Germain. PSG kemudian merangkak dari divisi paling bawah liga prancis sampai kemudian selang empat tahun setelah berdiri baru akhirnya bermain di kasta tertinggi Liga Prancis; Ligue 1.

PSG merupakan klub keempat tersukses di Liga Prancis sampai saat ini kalau dalam ukuran gelar. Total 20 gelar sudah dikumpulkan PSG dengan rincian tiga kali juara Ligue 1, delapan kali juara Coupe De France, tiga kali Coupe de Liga, tiga kali Trofee des Champions, satu kali juara Piala Intertoto, sekali juara Cup Winners Cup. Dengan menjuarai Piala Winners Eropa, PSG menjadi salah satu dari dua klub Prancis yang berhasil memenangkan kompetisi bergengsi UEFA, klub lainnya adalah Olympique de Marseille.

Dengan Marseille pula lah kemudian PSG mempunyai rivalitas luar biasa. Duel keduanya selalu panas. Belum lagi basis pendukung antara kedua kota, Paris dan Marseille. Imbas dari sangat panasnya duel ini adalah polisi harus sampai melakukan pengamanan berlapis atau menambah jumlah personil jika laga ini dihelat. Laga ini kemudian dikenal dengan sebutan Le Classique.

Tidak terkecuali pada musim ini. Permainan keras menjurus kasar diperlihatkan oleh kedua belah tim. Bahkan Thiago Motta sampai harus diberikan kartu merah akibat kakinya terlalu tinggi. Memang ini masih bisa diperdebatkan. Apalagi mengingat ini adalah duel penuh tekanan dan emosi. Wasit bisa saja salah memberikan penilaian dalam tekanan yang sangat berat seperti itu. Para pemain PSG memang langsung protes tetapi kemudian wasit tetap tegas bahwa itu adalah kartu merah sekaligus penalti bahkan salah seorang pemain PSG harus membayar protes kerasnya dengan kartu kuning.

Jika kebanyakan tim kemudian mengendur serangannya setelah seorang pemain diusir wasit hingga kemudian lebih banyak bertahan tetapi, PSG tidak melakukannya. Sebaliknya PSG menunjukkan kelasnya dan memperlihatkan bahwa pemain-pemain mumpuni memang bisa membuat keadaan berbalik unggul. PSG kemudian mendapatkan harapan dari Maxwell lalu mendapatkan hadiah penalti juga yang diselesaikan dengan baik oleh Ibrahimovic. Dengan penampilan seperti itu, banyak pengamat yakin bahwa PSG akan mempertahankan gelar. Lebih jaug PSG bisa jadi musim ini akan berbicara lebih banyak di Liga Champions Eropa. Ibrahimovic juga ingin menghilangkan kutukan bahwa dia bisa membawa sebuah klub menjadi juara liga tetapi tidak untuk menjadi juara kompetisi antar klub Eropa lebih khusus lagi Liga Champions Eropa. Bola Online