Bola Online Rahmad Darmawan Memuji Pemainnya

Rahmad Darmawan Memuji Pemainnya

Rahmad Darmawan Memuji Pemainnya

Bola Online – Penjaga gawang andalan Timnas Indonesia U-23 yaitu Kurnia Meiga Hermansyah bermain sangat gemilang ketika Indonesia berhasil menang ketika melawan Turki dalam drama adu penalti. Meiga memperoleh acungan jempol saat dia bisa mengagalkan eksekusi yang dilakukan oleh Yakup Alkan di menit yang ke 63. Keberhasilan Meiga pun mendapat pujian dari Rahmad Darmawan. Rahmad Darmawan mengharapkan semoga dengan terus bertambahnya usia Meiga, kedewasaan bisa melengkapi kematangan meiga dalam bermain. Ketika bertanding melawan Turki, Meiga adalah salah satu kunci kesuksesan tim Garuda Muda. Penampilan Meiga yang cukup tenang saat menjaga gawang, dan banyak penyelamatan gemilang yang telah dilakukan, membuat teman-temannya juga lebih tenang.

Pada babak adu penalti, Meiga memang tidak bisa menepis tendangan dari pemain Turki. Tapi yang harus dicermati, penjaga gawang Arema ini mampu membaca dengan tepat ke mana arah bola. Namun dia kalah kencang dengan kencangnya bola. Kemampuan Meiga memang sudah terbukti baik di klub dan di Timnas. Rahmad Darmawan pun berharap agar hal itu tidak membuat Meiga menjadi sombong. Kini Meiga menjadi kapten Timnas U-23, dan dia mempunyai satu tugas terakhir di ISG, yaitu mengalahkan Maroko di babak final.

Selain memuji kiper andalan Kurnia Meiga, Rahmad Darmawan juga membela Syamsir Alam. Walaupun Syamsir Alam bermain tidak begitu bagus ketika laga Islamic Solidarity Games saat melawan Maroko, namun Syamsir Alam tetap dipercaya oleh pelatih Rahmad Darmawan untuk bermain sebagai starter dalam pertandingan melawan Turki. Pada laga semifinal tersebut, Syamsir berulang kali mendapat cemoohan dari suporter yang hadir ke Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring. Para penonton juga merasa jengkel karena pelatih tidak juga mengganti pemain Syamsir Alam. Untuk itu, Rahmad Darmawan pun menuturkan bahwa soal Syamsir Alam, pasti banyak yang menanyakan mengapa tidak diganti. Rahmad Darmawan pun menjelaskan bahwa hal yang salah jika menyebut Syamsir tidak berfungsi. Menurut RD, Syamsir bermain bagus. Syamsir Alam telah mempersulit pertahanan lawan, dan itu bagian dari taktik.

Pelatih Arema ini juga menambahkan bahwa Syamsir telah bermain dengan ngotot dan berani saat menghadapi barisan belakang Turki. Dia lantas menyebut jika Samsir merupakan salah satu bagian sukses timnya bisa lolos ke final ISG 2013 ini. Syamsir bertugas untuk merusak pertahanan lawan. Menghadapi kenyataan bahwa timnya kalah dari Timnas U-23 Indonesia, pelatih Turki menyebut bahwa timnya tidak beruntung. Pelatih Turki yaitu Ersoy Sandalci menyebut bahwa pemainnya kelelahan yang membuat konsentrasi menjadi buyar. Pelatih Turki itu juga mengaku tidak beruntung karena Turki tidak bisa menembus final sesudah kalah adu penalti dengan skor 6-7. Sandalcy menuturkan bahwa timnya berusaha untuk memenangkan laga ini karena target mereka adalah untuk menembus final Islamic Solidarity Games 2013. Bola Online