judi online sbobet Maxbet Casino online

Kunci Kemenangan Brazil Atas Spanyol

Kunci Kemenangan Brazil Atas Spanyol

Kunci Kemenangan Brazil Atas Spanyol

Agen Bola – Keberhasilan Brazil (negara yang harusnya selalu berhasil melakukan segala sesuatu) menjuarai Piala Konfederasi di depan public Stadion Maracana adalah peristiwa yang spesial. Tim samba mempecundangi Spanyol dengan skor telak tiga gol tanpa balas. Dan anda serta saya pasti kaget saat pertama kali mendengar jika Spanyol bisa kebobolan tiga go, tanpa balas. Terakhir kali la furia roja kebobolan tiga gol tanpa balas adalah di pertandingan kualifikasi Piala Dunia yang berlangsung tahun 1985. Wow.

Brazil resmi menjadi juara turnamen mini tersebut untuk kali ketiga secara beruntun. Los Cannarinhos telah menjuarai turnamen ini sejak tahun 2005 dan 2009. Tentu kita bertanya-tanya, apa yang dilakukan Brazil untuk meredam alien-alien yang selama ini tak tersentuh satu kekalahan pun dalam pertandingan kompetitif selama hampir tiga tahun. Luiz Felipe Scolari sebenarnya tidak merubah apapun dalam susunan starting line up. Formasi yang digunakan Felipao – julukannya – tak berubah dari pertandingan melawan Italia dan Uruguay – dimana mereka tak tampil bagus – formasi Brazil tetap 4-2-3-1. Sedangkan di sisi Del Bosque terjadi perombakan di lini depan dengan memainkan Juan Mata sebagai left winger dalam formasi 4-3-3. Perubahan ini menggeser Pedro ke right winger dan menggusur David Silva yang tak tampil impresif kala melawan Italia ke bangku cadangan. Del Bosque melakukan perubahan seperti ini bukan tanpa alasan. Dalam pertandingan melawan Italia beberapa hari sebelumnya Spanyol terlalu bergantung pada sisi kiri saat melakukan penyerangan. Melimpahnya pemain hebat di kubu Spanyol sebenarnya bisa membuat Del Bosque memilih jalan lain, dia bisa memainkan Navas yang tampil trengginas saat melawan Italia berada di sektor kanan penyerangan, sementara sektor kiri tetap diberikan pada Pedro. Namun del Bosque terlihat ingin memanfaatkan potensi el Nino, hingga ia memberikan sektor kiri penyerangan pada Juan Mata, rekan setim Torres yang mengenal pergerakan el nino dengan baik.

Pressing Brazil Sulitkan Spanyol

Italia sukses meredam keganasan Spanyol di mulut gawang karena Cesare Prandelli menginstruksikan pada anak buahnya agar berkonsentrasi penuh di sektor kanan pertahanan. Pada pertandingan final, Felipao tidak mengintruksikan anak buahnya untuk meniru strategi Prandelli. Dia membuat strategi anti-tiki taka sendiri. Felipao sudah mengatakan dengan jelas bahwa pemain Brazil harus melakukan pressing yang sangat ketat di wilayah pertahanan Spanyol. Terlihat mirip dengan strategi Bayern Muenchen saat mengandaskan Barcelona di semifinal Liga Champions musim lalu. Pressing yang ketat sejak di lini pertahanan membuat pemain Spanyol tak leluasa membangun serangan. Taktik ini juga berfungsi ganda, sebagai intimidasi buat pemain Spanyol yang berada dalam kondisi fisik buruk setelah bermain 120 menit melawan Italia. Strategi Felipao terbukti tokcer, pertandingan belum berjalan lima menit, Fred sudah membobol gawang Iker Casillas. Lini belakang Spayol yang kalut kebobolan di menit-menit awal pertandingan. Kejadian yang langka.

Toh pressing ketat yang dilakukan pemain Brazil tentu membuat stamina mereka cepat terkuras. Apalagi majunya pemain di daerah pertahanan Spanyol membuat ruang di daerah pertahanan Brazil terbuka. Spanyol tak dapat memanfaatkan hal ini karena pemain Brazil juga mengawasi pergerakan off the ball para pemain Spanyol dengan baik. Strategi yang cerdas membuat Brazil mencatatkan intersepsi sebanyak 15 kali. Setelah kelelahan dalam melakukan pressing, Brazil beralih strategi dengan merapatkan lini pertahanan. Praktis Spanyol selalu mengalami deadlock untuk memasuki wilayah pertahanan Brazil. Kegemilangan Lini Depan Brazil. Penampilan yang rapat di lini belakang dan kecerdasan pemain tengah dalam melindungi area tengah permainan ditambah dengan permainan lini depan yang memikat oleh tim samba. Untuk pertama kalinya, pemain depan Brazil tampil menawan secara bersamaan, Fred, Neymar, Hulk dan Oscar leluasa mengacak-acak pertahanan Spanyol. Tiga gol yang dicetak di pertandingan ini adalah bukti kehebatan mereka, gol kedua yang dicetak Neymar juga menunjukkan kecerdasannya dalam membaca permainan. Kekalahan ini boleh dibilang tak berarti bagi Spanyol karena mereka menganggap Piala Konfederasi hanya ajang pemanasan. Tapi bagi Brazil, keberhasilan mengalahkan Spanyol akan membuat kepercayaan supporter dan dukungan masyarakat pada mereka semakin bertambah. Bola Dunia Terlengkap