Semua Pertandingan Sama Seperti Final

Semua Pertandingan Sama Seperti Final

Semua Pertandingan Sama Seperti Final

Data statistik Tailand dan Myanmar, dua pesaing terberat Indonesia di grup B, memang sudah dikantongi. Tapi, tetap tidak ada alasan untuk meremehkan lawan manapun. Dari zaman ketika sepak bola masih memuja libero hingga era tatkala dunia mengenal false nine. Dari masa saat pelatih masih bisa berkilah ‘buta kekuatan lawan’ sampai dengan kurun saat Youtube menyajikan video pertandingan secara gratis dan statistik tim atau pemain bisa diperoleh dengan sekali klik. Zaman berputar. Sepak bola sudah demikian berubah selama dua puluh tiga tahun terakhir. Kecuali satu yang masih saja tetap seperti dulu, yakni Indonesia masih saja gagal untuk merebut emas sepak bola SEA Games. Penantian panjang itulah yang akan diusahakan untuk diakhiri tim asuhan Rahmad Darmawan di SEA Games 2013 di Myanmar. Kurnia Meiga dan kawan – kawan akan memulai perjuangan melawan Kamboja lusa.

Pertanyaan tentu, realistiskah target emas itu?. Rahmad Darmawan menjawab dengan tegas, Iya, persiapan yang cukup panjang dengan sederet uji coba menjadi alasan. Ditambah dukungan dari tim analis statistik, lab bola dan High Performance Unit (HPU) yang dibawa serta ke Myanmar. Apalagi, Tim Garuda Muda berangkat ke Myanmar berbekal gelar juara MNC Cup bulan lalu. Tapi, kendati optimis, Rahmad Darmawan mengakui perjuangan tim asuhnya tidak akan mudah. Sebab, sepak bola Asia Tenggara berkembang pesat dalam dua dekade terakhir. ‘Oleh karena itu, jangan pernah memandang rendah tim yang lain. Semuanya menjadi lawan yang berat. Semua pertandingan seperti final.’ Ujar Rahmad Darmawan. Rahmad Darmawan benar, bahkan Kamboja yang dulu dianggap sebagai tim pupuk bawang Asia Tenggara mulai bangkit. Di Piala Mekong 2013 yangt mereka helat, Kamboja lolos ke final sebelum ditakhlukkan Thailand. Padahal, Malaysia juara SEA Games dua edisi terakhir dan Singapura ikut serta.

Karena hal itulah, Rahmad Darmawan tak mau buru – buru memikirkan semifinal dan final. Melewati penyisihan grup B yang dihuni bersama Myanmar, Thailand, Kamboja dan Timor Leste bukan pekerjaan yang mudah. Terutama melewati dua kekuatan tradisional Asia Tenggara yang dinilai Rahmad Darmawan sebagai calon lawan yang terberat, yakni Thailand dan Myanmar. Sementara itu dari grup A, persaingan ketat diperkirakan juga melibatkan tiga tim, yaitu : Malaysia, Singapura dan Vietnam. Ketiganya berkekuatan merata. Myanmar sebagai tuan rumah dinilai kuat dalam kolektivitas dan tentu diuntungkan dukungan suporter. Meski dalam 20 kali uji coba, tim asuhan Park Sung-hwa ini hanya menang empat kali. ‘Pada pertandingan yang sebenarnya, kami akan menunjukkan kekuatan kami’ Kata Park Sung-hwa.

Thailand, sebagaimana diketahui adalah raja Asia Tenggara. Meskipun dominasi mereka sudah mulai luntur dalam empat – lima tahun terakhir, Negeri Gajah Putih itu tetap mempunyai kekuatan yang besar. Yang mungkin bisa membantu Indonesia adalah tim HPU, karena mereka telah mengantongi kekuatan dan kelemahan Thailand dan Myanmar. Data terakhir diambil ketika keduanya tampil di Merdeka Games 2013 di Malaysia. Dalam turnamen itu, Myanmar lolos ke final sebelum dikalahkan tuan rumah. Intinya, meskipun sudah mempunyai data statistik tentang lawan, tidak ada pertandingan yang mudah bagi Indonesia. ‘Sudah saya tegaskan kepada para pemain, bahwa ketika melawan siapa saja harus kerja keras.’ Kata Rahmad Darmawan. Kalau tidak, penantian emas akan berlangsung lebih lama.